Senin, 30 Juni 2008
Satu Kisah Satu Hati Beribu Cinta (2)
Dia bersama anggraeni dan aku orang ketiga yang selalu mensponsori hubungan mereka. Sebodoh apa sih diriku ini? Pura-pura tak terjadi apapun dalam hatiku.
Saat dia terlena dengan Anggraeni yang siap mendampingi sebagai pengganti senior manisnya, aku mencoba menyamankan diri dengan mengejar cinta yang lain. Cinta yang ku hadirkan untuk melupakan dirinya.
“ Kamu itu kayak yang membodohi diri sendiri,” komentar Emmy temanku.
“ Maksudnya???”
“ Serapat-rapatnya kamu menutupi, tapi mata dan ucapan kamu tidak dapat berbohong.”
“ Aku gak ngerti..”
“ Kamu sekarang ngejar-ngejar cinta cowok yang namanya saja kamu tak tahu. Jangan bodoh..!!! “
“ udah deh jangan dibahas..!”
“ Ok dech terserah kamu..!!!”
Ya, Emmy saja tahu kalau aku itu sedang membodohi diri sendiri. Tapi apa dia peduli??? Tidak. Dia tak tahu dan aku sedang tak ingin dia tahu.
“ Hai, Hai.. Berdua aja..!!!”, salah satu sahabatku Rere menyapa aku dan dia yang sedang berbicara berdua.
“ Sirik ya Re..? “
“ Ih, sori aja kali…”
Saat itu dia mengambil permen dari saku celananya. Permen kesukaannya yang beruntung selalu ada didekatnya. Permen rasa the manis dengan bungkus warna hijau. Dia menawariku sebungkus, dan dia melupakan Rere yang berdiri disampinku.
Setelah itu Rere ngomel-ngomel ke semua sobatku. Rere Tersinggung dengan cara dia tidak menghiraukan Rere.
“ Sebel banget dech liat dia, aku jelas disampingnya, tawar-tawar ke, nih Cuma kamu aja yang dikasih..”
“ Udah dech dia emang kayak gitu..”
Aku berusaha menenangkan emosi Rere. He..he.. walau aku merasa tersanjung dengan tingkahnya yang menspesialkan aku.
Cerita berlanjut dan aku berusaha untuk bisa menghidari tiap rasa kecewa dan sedihku akan sikap dan cintanya. Dia seakan menspesialkan aku didepan teman-temanku tapi hatinya selalu memilih orang lain.
Semakin hari dia semakin buatku kembali memperhatikan dia dengan penuh pengharapan. Apalagi orang asing yang kukejar-kejar seakan hilang entah kemana.
Dia, tak hanya teman bagiku. Dia adalah saingan ku dikelas. Dia itu pintar Fisika dan aku kurang tertarik akan itu. Dia juga encer otaknya buat pelajaran exact. Dan aku tak ingin terkalahkan. Aku selalu merasa kesal kalo saat presentasi dan dia bertanya. Soalnya pertanyaannya kadang sulit ku mengerti. Dia kayaknya sulit memngungkapkan apa yang dimaksud olehnya.
Minggu, 29 Juni 2008
Satu Kisah Satu Hati Beribu Cinta
Mengenalnya saat masuk SMA dan kebetulan aku dan dirinya satu kelas. Ah,… terlalu banyak kata satu… Dia cukup menarik bagiku walau tak disuka teman-teman cewekku. Buat cewek lain mungkin dia tipe yang terlalu dingin untuk memulai komuikasi langsung. Tapi aku merasa dia yang terbaik diantara cowok berandalan dikelasku.
Tiga tahun berjalan bersamanya berdampingan.Bersama menjalankan sebuah roda organisasi ekstrakulikuler disekolah. Awalnya aku biasa saja dengan ketertarikan yang sedikit lebih padanya. Tapi aku mulai terganggu saat dia berbicara tentang satu cinta yang tumbuh dihatinya. Padahal yang kutahu pacarnya beda sekolah denganya. Dia masih mengeluhkan pacarnya yang tak lagi perhatian. ” Ami terlalu sibuk bahkan untuk sekedar menerima teleponku..”, keluhnya. Aku hanya mengangguk ringan. Mungkinkah cinta yang baru?
Dia memang sedang dekat dengan senior manis ketua organisasi kami. Awalnya Aku tak beranggapan lain selain hubungan senior dan junior biasa. Sampai dia berkata,” Ya, aku telah jatuh cinta oleh setiap perkataan dan prilakunya yang lembut..”. Ya, cintanya bersemi untuk kakak senior kami diorganisasi.
Entah aku harus senang atas cintanya atau sedih atas perhatianku yang tak terbalas olehnya. Biarlah tokh aku dan dia Cuma teman, Cuma satu kelas, Cuma satu organisasi, Cuma saja aku yang menyukai dia.
Aku coba menutupi fakta yang telah hadir dihidupku. Tentang aku dan dia, yang hanya aku tahu, dan aku tutupi agar tak ada yang tahu.
Dia duduk disampingku saat bis melaju mengantarkan kami pulang. Aku senang saat pulang dengannya, walau tak pernah pulang berdua, selalu bertiga dengan senior manisnya itu. Tapi saat senior kami sibuk dengan agenda lainnya, dia kembali berjalan dan duduk disampingku berdua.
“ Aku tak tahu apa jadinya cintaku …”
“ Maksudmu?”
“ Dia selalu menghindar saat aku membahas tentang cintaku. “
“ Dia senior kita, kamu sadar kan? “
“ Cinta tak mengenal batasan usia..”
“ Sudahlah, aku kira dia punya perasaan suka padamu..”
Saat yang menyebalkan saat harus menghiburnya tentang sikap sinor manisnya yang memang juga suka pada dia.
Aku kembali menghimpun kekuatan mengubur dalam rasa kecewaku. Tapi aku selalu ingin bersamanya, dan aku terima walau dia hanya menganggapku teman biasa.
Tapi aku mulai tidak ikhlas saat seorang teman juga memendam rasa suka padanya. Namanya Anggraeni, entah kenapa aku jadi marah tiap kali dia dan anggraeni berjalan bersama walau ku tahu mereka membicarakan program kegiatan organisasi kami. Ok, baiklah, aku kubur dulu semua rasa hancur dan kecewaku, tokh aku hanya suka pada dia, tokh aku hanya teman dia, tokh aku hanya menyukai dia.
“ Kamu adalah orang yang dekat dengan dia kan? “, Senior manisnya itu berbicara padaku.
“ Nggak juga. Kita Cuma temen doank..”
“ Kamu pasti tahu aku dan dia tak mungkin saling mencintai..”
“ Tapi dia cinta banget sama.. kakak..” kata terberat yang pernah ada dibibirku.
“ Nggak, pikirkan aku tak dapat lagi bermain-main hati dengan dia. Aku harus segera mempersiapkan ujian. “
“ tapi.. “
“ Aku mau minta tolong sama kamu..”
“ Apa ? “
“ Anggraeni cocok dengan dia kayaknya ?”
Oh…my God….!!!!!!!!!!!!
“ Iya..bener, Kak. Serasi..”, sial kenapa mulutku jadi pandai berbohong???
“ Kamu mau kan buat mereka jadian ?”
Sit!!!!
“ Bagaimana ? “
“ Aku??? “
“ Iya, aku mohon. Daripada dia terus mengharapkan aku, lebih baik dia membuka hati untuk anggraeni “
Kenapa dia gak mengerti cewek dihadapannya juga menyukai dia??? Ok… ayo gali lagi hatiku untuk mengubur rasa kecewa.
“ Pasti… itu akan lebih baik untuk dia.”
Lebih baik untuk dia, lebih pantas untuk dia, lebih cocok untuk dia, lalu lebihnya aku apa? Lebih bodoh dengan menyanggupi untuk mengubur hatiku sendiri.
Minggu, 15 Juni 2008
congRATUlatiON 4 them
Selamatnya buat rekan-rekan Q yang pada udah sidang KP di kampus tercinta STMIK Tasikmalaya...
Yang udah gak tidur 7 hari 7 malem abis begadang sambil maen game.., sekarang udah bisa ngorok lagi...He..he..
Yang udah jerawatan sekarang mulai lagi dech perawatan wajah, yang udah kurus akibat stress mulai lagi makan yang banyak... Eh, jadi kapan nih syukuran ya ??
Kamis, 05 Juni 2008
game OTAK
Kamis,
Vivity Labs bersama dengan para ahli kesehatan otak mengembangkan game yang diklaim baik untuk kesehatan otak ini.
Seperti dikutip detikINET dari Softpedia, Kamis (
Penasaran game apa saja yang bisa meningkatkan fungsi otak tersebut? game-game ini dapat dilongok di situs http://www.fitbrains.com. Mungkin beberapa game tersebut sudah tidak asing lagi bagi Anda. Misalnya,
"Ini (Fit Brains - red.) adalah jenis game yang dapat dimainkan siapa saja. Game ini dapat meningkatkan kecepatan berpikir dan ketajaman otak," ujar Michael Cole, pendiri dan CEO Vivity Labs.
Satu hal berbeda yang ditawarkan portal game ini adalah pemain dapat mengetahui fungsi otak bagian mana yang perlu ditingkatkan dan bisa mendapatkan feedback dari tim Fit Brains. Tentunya ini akan lebih baik hasilnya daripada jika pemain bermain game-game tersebut secara acak tanpa ada panduan.
Selasa, 03 Juni 2008
1 GOLD MeMoRY
Aq emang katro, gak gaul, dan kampungan kali..., kerja pertamaku di Yogya Toserba Tasikmalaya.
Ha..ha.., kadang pengen banget aku ketawa.. Lucu banget aq yang katro n kampungan kok bisa-bisa kerja ditempat yang famous banget dikotaku. Walau sebenarnya aq gak menyangka tapi Aq kerja disana karena kebutuhanku yang mendesak.
Banyak kenangan yang terlukiskan saat aku mulai mengadaptasikan diri disana. Pelajaran pertama adalah... Sabar.... Sabar harus menunggu Manajer Personalia sampai 2 jam lebih saat hari pertama aku kerja...
Pelajaran kedua... Supel.... Aq harus dapat bergaul... aq harus bisa akrab dengan semua rekan kerjaku..ya..senior gitu.. Pelajaran ketiga.. Teliti dan hati-hati... Apalagi jadi Kasir yang menentukan pemasukan perusahaan... Ya.. amat banyak pelajaran yang yang kuraih saat mengabdikan diri sebagai insan Yogya... Sangat bangga saat orang bertanya dimana tempatku kerja Dan kujawab.. "Di Yogya ", dengan Bangga.
Aq jadi kangen banget sama Senior-seniorku disana.. Senior pertama yang mengajariku adalah Teh dede Reka(aq masih punya utang 2000 sama Beliau..). Senior yang pertama ngbete'in Teh Iyenk.. Yang baik Teh Ina Inoy.. Yang nyek'n Bunda... Yang Lama ngajarin aq Teh Novi.. Soulmeate Q TEh Nonon.. BestFriend Q teh NIna Kontrak.. Yang sering ngegosip ma aQ teh Ivi.. Yang Lucu teh Ica.. Yang srem Teh Neli.. Yang suka aQ jahil'n Teh Orin yang cerewet.. Yang suka nganter bawa Gaji Teh Trisna.. Dan Yang Best of Best Teh Rinrin.. Orang yang aQ repotin dari pertama ngelamar sampai aQ ngundurin diri disana...
Aq suka sama manajemen dan etos kerja di Yogya... Bekerja dengan disiplin dan loyalitas.. aQ sangat ngHormatin Ma Iis ST 22 Supervisor Kasir yang sangat disiplin dan berwibawa.. aQ masih ingat pesan beliau saat aQ berbuat salah.." Harus bisa belajar dari kesalahan.."
Uh... aQ jadi kangen berat ma bagian jiwa ku di sana..
aQ menganggap 3 bulan kerjaku disana sebagai satu pengalaman emas yang tak mudah didapatkan. Aq seakan ikut berubah mengikuti perubahan Perusahaan yang selalu menuju kearah kemajuan...
Kalau tak ada tawaran emas ini aQ pasti melanjutkan mimpiQ jadi Kasir yang tak pernah minus.. Ha...Ha.. (Gak Mungkin Kali....)
Minggu, 01 Juni 2008
aduh.............. bete!!!!!!!!!!!!!!
Hari-hari diminggu pertama disana, jelas aku pengen pulang bgt... Kangen ma keluargaku. Pa lagi saat makan..........., uh.. kangen masakan mama. Abiss disana masakannya pada manis-manis. Aq gak terlalu suka. He..he.. mungkin nih saatnya buat diet..
Materi pelatihan aq lewat aja. Asal datang, nunggu instruktur, dengerin materi, and.. ujian dech. Tiap hari aku ujian, huh...
Capek banget... Apalagi peserta pelatihan yang lain tuch dosen-dosen, minimal dah pada S1. Sedangkan aq smester3 ja belum uas. Ketinggalan satu semester lagi....
Apalagi intrukturnya ngejelasinnya cepet banget trus bolak balik ribet, rieutt...............
Tapi ga papa dech seenggaknya da instruktur yang agak manis dikit... agak terbantu buat konsentrasi. He..he.... Sapa Sich? Siapa Sich? .................. Mau tahu aja!! Siapa ya?? Pak Dwi dech..
yang laen kan instrukturnya pada cewek semua.. ga da efect samping.. Jadi kurang membangun motivasi..hehehehee
Ujian tetap ujian meskipun ada efect tambahan dari .... (Pak Dwi gitu) tetap aja pusing!!!! Hese bahasa jerman mah (jeroan Manonjaya) Susah.. dari 12 modul, saya baru lulus 1 pada hari ke3 diMalang. Uh....!!
Oh, lupa cerita.. Aq diMalang pelatihan JENI di Jeni Center VEDC Malang. Gak nyangka banget dech bakalan pergi keMalang, he..he.. katro kali ya Kotanya namanya Arjosari. VEDC arealnya luas banget.. 100 kali lebih gede dari pada kampus Q. Tempatnya sejuk, nyaman buat belajar. Yakin dech dengan suasana VEDC yang begitu kondusif gak da mahasiswanyayang mau ninggalin kelas buat DEMO.
Aq nginep di Ken Umang Hotel didalam areal VEDC tempat penginapan peserta pelatihan dan tempat kerja praktek mahasiswa perhotelan. Tempatnya nyaman, apalagi kamar mandinya. Jadi rajin mandi disana mah.. Nomor kamarnya 204 dengan jendela menghadap ke arah timur jadi cerah ke dalam kamar.
Aq pelatihan di SGB, si SGB ini yang sulit ditembus wireless Aq.
Seminggu pertama , bete juga abizz mikirin pulang melulu yang masih lama.. Jadi menhitung hari dech.. kayak KD hehehehe..
